Ketentuan Aqiqah Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki Menurut Ulama

Ketentuan Aqiqah Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki Menurut Ulama

Menjalankan aqiqah bagi umat Islam yakni orang tua kepada bayi yang dilahirkan memang suatu kegiatan yang perlu dilakukan dengan hukum sunnah muakaad. Maka, sebagai sunnah maupun anjuran dari Rasulullah Saw sebaiknya umat muslim melaksanakan aqiqah, meski aqiqah yang mereka lakukan hanya untuk mereka yang mampu memotong hewan aqiqah yaitu kambing. Namun dalam menjalankan aqiqah ada ketentuan aqiqah anak perempuan dan laki-laki sesuai dangan aturan jumhur ulama.

Aqiqah sendiri ada baiknya dijalankan bagi mereka yang dalam keadaan mampu, namun untuk mereka yang tidak mempunyai kemampuan berlebih dalam menjalankan aqiqah maka hukumnya menjadi sunah. Landasan dari hukum aqiqah maupun dasar pelaksanaan aqiqah adalah :

Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” [HR Ahmad]

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]

Ketentuan Aqiqah Anak Perempuan Dan Laki-Laki Dalam Hal Pelaksanaannya

Menjalankan aqiqah selain menjalankan ketentuan aqiqah anak perempuan dan laki-laki, maka mereka juga harus mengikuti ketentuan yang sesuai dengan syariat Islam. Hal ini sebab aqiqah mengganti diri maupun bayi yang dilatihkan sebagaimana digadaikan. Di bawah ini beberapa ketentuan dari aqiqah :

  1. Dilaksanakan pada hari ke-7, 14 maupun 21

Ketentuan pelaksaan waktu aqiqah ini disesuaikan dengan hadist Nabi Muhammad Saw, di bawah ini :

Dari Abu Buraidah r.a.: Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani).

  1. Ketentuan jumlah hewan aqiqah

Ketentuan aqiqah anak perempuan dan laki-laki berbeda, meski anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama-sama ciptaan Allah SWT. Tetapi, dalam hal pelaksanaan aqiqah mereka tetap mempunyai perbedaan.

Dalam Islam sendiri ketentuan aqiqah anak perempuan adalah satu ekor kambing saja, namun untuk ketentuan aqiqah anak laki-laki lebih menggunakan dua ekor kambing. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad Saw yaitu :
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad]

  1. Ketentuan jenis hewan dalam aqiqah

Dalam aqiqah hewan yang dipotong atau disembelih yakni kambing maupun domba, tidak ada batasan kambing atau domba jantan maupun betina semuanya bisa disembelih menjadi hewan aqiqah. Hal ini sesuai dengan perintah Nabi Muhammad Saw :

Dari Aisyah ra berkata, yang artinya: “Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (Shahih riwayat At Tirmidzi).

  1. Disunahkan dengan mencukur rambut

Setelah melaksanakan ketentuan aqiqah anak perempuan dan laki-laki dan aqiqah dilakukan pada hari ketujuh, keempat belas, maupun hari kedua puluh satu. Bayi yang diaqiqahi disunahkan untuk mencukur rambut dan mereka diberi nama. Hal semacam ini banyak dijalankan oleh masyarakat islam di Indonesia.

Bagi orang muslim sebaiknya memberikan nama bagus dan baik untuk anak serta mencukur rambut anaknya dengan menyesuaikan sunah Rasul supaya nanti anak dapat tumbuh dengan baik menjadi anak yang sholehah dan sholeh.

  1. Daging dibagi setelah dimasak

Dalam hal pembagian, daging aqiqah sebaiknya dibagikan dalam keadaan matang dan ini beda dengan perayaan idul Adha yang mana daging kurbannya dibagikan dalam keadaan yang mentah. Daging yang dimasak ketika dibagikan kepada masyarakat, mereka bisa langsung mencicipinya dan pemberian biasanya kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya.

Itulah ketentuan aqiqah anak perempuan dan laki-laki yang perlu diketahui oleh masyarakat terutama umat Islam. Pelaksanaan aqiqah dalam Islam sendiri juga telah diatur oleh Rasulullah, maka tugas umat Islam adalah menjalankan sesuai syariatNya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *