5 Syarat Kambing Aqiqah Menurut Para Ulama

5 Syarat Kambing Aqiqah Menurut Para Ulama Sesuai Sunnah

Melakukan aqiqah bagi umat Islam biasanya dilakukan untuk anak mereka baik laki-laki maupun perempuan yang dilahirkan. Pada umumnya mereka menjalankan aqiqah untuk bayi mereka pada hai ketujuh, namun tidak semuanya bisa menjalankan aqiqah pada hari ketujuh, ada juga ketika berumur tujuh bulan maupun maupun ketika mereka sudah besar. Dalam menjalankan aqiqah umumnya menggunakan hewat kambing atau domba dan di Indonesia sendiri banyak orangtua menggunakan kambing untuk aqiqah, namun bagaimana Syarat kambing aqiqah yang sesuai?.

Syarat Kambing Aqiqah Dan Hikmahnya

Saat usia bayi tujuh hari, sebagai orang tua disunahkan mampu melaksanakan aqiqah. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam telah bersabda, yaitu :

“Semua anak digadaikan dengan aqiqah, dia disembelihkan binatang (kambing maupun domba) di hari ketujuh semenjak kelahirannya, diberikan nama, dan dicukur rambut kepalanya.” (HR. Tirmidzi)

Secara istilah aqiqah sendiri diartikan sebagai ajaran Rasulullah saw bagi bayi yang baru dilahirkan serta dalam beberapa prosesi misalkan mencukur rambut pada bayi, memberi nama bayi, serta menyembelih kambing untuk bayi.

Maka, umat Islam yang menghidupkan sunah Rasulullah ini harus mempersiapkan hewan aqiqah, yaitu kambing atau domba dengan syarat kambing aqiqah adalah:

  1. Cukup umur

Paling sedikit, syarat kambing aqiqah adalah yang umurnya sudah mencapai satu tahun, ini baik untuk kambing jantan atau betina. Dengan demikian, kambing dengan usia yang masih kecil tidak dibolehkan untuk disembelih menjadi hewan aqiqah.

Biasanya untuk syarat kambing harus usianya minimal 1 tahun atau memasuki tahun yang ke-2, untuk Domba sebaiknya berusia minimal 6 bulan atau memasuki tahun yang ke-7.

  1. Tidak cacat

Syarat kambing aqiqah adalah tidak cacat yang dimaksud di sini adalah kambing tersebut tidak buta hal ini baik buta secara total atau sebagian, sangat kurus, pincang, dan lain-lain. Dengan demikian, tidak sah juga menjalankan aqiqah dengan kambing dengan telinga maupun ekor yang terpotong melebihi sepertiganya, gila, maupun ompong giginya.

  1. Daging dimasak sebelum dibagikan

Hal ini membedakan kurban dengan aqiqah. Pembagian daging aqiqah dianjurkan dimasak dahulu sebelum dibagikan terhadap orang lain sehingga mereka yang yang mendapatkan daging aqiqah bisa langsung menikmatinya. Namun, untuk daging kurban umumnya diberikan dalam keadaan mentah.

  1. Disesuaikan dengan jenis kelamin sang anak

Kambing yang digunakan untuk aqiqah sebaiknya juga menyesuaikan dengan jenis kelamin sang anak. Untuk anak laki-laki biasanya menggunakan dua ekor kambing untuk aqiqah dan untuk anak perempuan umumnya menggunakan satu ekor kambing untuk aqiqah.

Tetapi, menurut para jumhur ulama menyatakan bahwa aqiqah mempunyai hukum Sunnah Muakad. Dengan demikian untuk orang tua yang mampu dianjurkan menjalankan aqiqah untuk meringankan sunnahnya, namun bagi orang tua yang belum mampu memenuhi aqiqah, bisa dilaksanakan pada hari berikutnya misalkan di bulan ketujuh atau ketika anak sudah besar  (namun belum baligh) atau bisa dengan hanya menyembelihkan satu kambing saja mesti anaknya laki-laki.

  1. Bukan kambing curian

Syarat kambing aqiqah yang digunakan sebaiknya bukan hewan curian, sebab sebaik apapun kondisi hewan kalau proses mendapatkannya haram akan tetap haram hukumnya menggunakannya menjadi hewan aqiqah.

 Menjalankan aqiqah ternyata terdapat hikmah baik untuk orang tua yang menjalankan aqiqah juga untuk orang lain.

Hikmah Pelaksanaan Aqiqah Menyesuaikan Dengan Syarat Kambing Aqiqah

Setelah seseorang menjalankan aqiqah dengan memenuhi syarat kambing aqiqah yang disunahkan dalam Islam, ternyata menjalankan aqiqah ada banyak hikmahnya. Hikmah menjalankan aqiqah adalah:

  1. wujud rasa syukur orangtua terhadap Allah SWT dengan semua karunia yang diberikanNya atas lahirnya bayi atau anak untuk penerus keluarga. Dengan lahirnya anak diharapkan bisa membawa manfaat yang baik dalam keluarga dan bisa menjaga nama baik keluarga serta membanggakan keluarga.
  2. Meneladani serta mengikuti berbagai sunnah dari Rasulullah Saw.
  3. Sebagai momen dalam berbagai terhadap sesama
  4. Menambah mempererat tali silaturahmi dengan sesama
  5. Bentuk ungkapan rasa gembira dalam keluarga serta membagikan kebahagiaan kepada orang lain.

Itulah syarat kambing aqiqah dan hikmah di balik aqiqah itu sendiri, semoga dengan menjalankan aqiqah bisa mendapatkan ridho Allah dan mendapat pahala sebab menjalankan sesuai Sunnah Rasulullah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *